Selasa, 13 Agustus 2013
Jumat, 02 Agustus 2013
Aku
Biarkan aku berpura-pura membenci rasa ini, sampai nanti aku benar-benar lupa kalau aku sedang berpura-pura.
Biarkan aku terbiasa melihat mu tertawa bahagia bersamanya, sampai aku mulai mati rasa.
Biarkan aku terdiam dalam sepi ini. Melihat hal yang benar-benar berubah darimu.
Aku kuat.
Biarkan aku terbiasa melihat mu tertawa bahagia bersamanya, sampai aku mulai mati rasa.
Biarkan aku terdiam dalam sepi ini. Melihat hal yang benar-benar berubah darimu.
Aku kuat.
Rabu, 17 Juli 2013
Ignore
"Ketika kamu membuat ku nyaman, aku akan membuat mu lebih nyaman. Namun, ketika kamu membuat ku sakit hati pasti aku akan membuat mu lebih sakit"-ge
Bukan kata-kata itu yang ingin aku dengar dari mulut manismu. Aku sayang kamu. Tapi, kamu tak memberi ku kesempatan lagi untuk memperbaiki. Sudahlah, lupakan.
Kamis, 21 Februari 2013
Ketep Pass
tadaaaa i'm back! :DD
my loooonnnggggg holiday was begin, it means borring time also begin-___-
actualy, i have many vacation plan with my friends. but, rencana hanya rencana. and finally, i just 'ndongkrok' at home. rencana diet gagal dan berganti menjadi program penyuburan badan
ceritanya kan udah mulai liburan tuh. anak-anak kos, Mita, Ciwin sama Dina pada ngajakin jalan-jalan. maklumlah, mereka anak rantau dari luar jogja. berhubung aku itu orangnya baik hati tuh, akhirnya aku ajakin aja mereka nginep dirumahku :D
and finally, hari Ahad sore kita go to Srumbung hehe. Malemnya kita makan magelangan di Sayangan. jadi, Sayangan itu di Muntilan, sepanjang jalan itu khusus buat tenda-tenda pada jual makanan gitu. tinggal pilih mau makan apa :9
paginya, kita ke Ketep Pass!! buat bangunnya udah semangat banget tuh. cuman buat mandinya nggak ada yang mau memulai. sampai akhirnya kita baru mandi jam 8, padahal janjian sama Mbak Ratna dan Lilin jam 9 haha. maklumlah ya, air dirumah gw dingin :p udah siap-siap, kita langsung cuss berangkaaattt!
my loooonnnggggg holiday was begin, it means borring time also begin-___-
actualy, i have many vacation plan with my friends. but, rencana hanya rencana. and finally, i just 'ndongkrok' at home. rencana diet gagal dan berganti menjadi program penyuburan badan
ceritanya kan udah mulai liburan tuh. anak-anak kos, Mita, Ciwin sama Dina pada ngajakin jalan-jalan. maklumlah, mereka anak rantau dari luar jogja. berhubung aku itu orangnya baik hati tuh, akhirnya aku ajakin aja mereka nginep dirumahku :D
and finally, hari Ahad sore kita go to Srumbung hehe. Malemnya kita makan magelangan di Sayangan. jadi, Sayangan itu di Muntilan, sepanjang jalan itu khusus buat tenda-tenda pada jual makanan gitu. tinggal pilih mau makan apa :9
paginya, kita ke Ketep Pass!! buat bangunnya udah semangat banget tuh. cuman buat mandinya nggak ada yang mau memulai. sampai akhirnya kita baru mandi jam 8, padahal janjian sama Mbak Ratna dan Lilin jam 9 haha. maklumlah ya, air dirumah gw dingin :p udah siap-siap, kita langsung cuss berangkaaattt!
| ciwin capture it :D |
| different duck |
| me-mbak ratna-dina-mita-ciwin |
| jembatan talun |
| how cool us? :D |
| ciwin catch it. vintage |
| (dari bawah) dina-me-mbak ratna-lilin-ciwin |
| temen seranjang :D |
| how amazing backgroundnya? |
| they're my best {} |
udah capek muter-muter ketep dan museumnya, kita langsung meluncur ke warung jagung bakar yang gampang banget kalian temui di pinggir-pinggir jalan. tinggal kalian mau pilih yang mana, soalnya ada banyak banget warung nya hehe. disana kita bisa pesen kopi, gorengan atau jagung bakar. harganya lumayan bersahabat lah untuk harga di tempat wisata :))
pokoknya ini tempat recomended banget buat yang mau cari suasana nyaman, damai, tenang dan segar dengan harga yang murah meriah haha. try it!
HTM Ketep Pass:
boncengan naik motor berdua+masuk museum+parkir : Rp 17.000
jagung bakar : Rp 3000
kopi anget : Rp 2.500- Rp 3.500
Kamis, 03 Januari 2013
aku, kamu, malam dan semangkok ronde
malam. dingin. indah lampu malam di sepanjang jalan.
menikmati indahnya malam berbulan namun tak berbintang. aku masih duduk di belakangmu. diatas motor matic hitam mu. tanpa rangkulan di pinggang. memandang indahnya bulan bersamamu adalah kegiatan yang terlalu menyenangkan. obrolan terus mengalir sepanjang perjalanan. orang tua ku tak pernah khawatir jika pergi ku bersamamu. sekalipun hingga malam seperti saat itu.
setelah kita sampai jantung kota kita, aku mengajakmu mampir ke sebuah gerobak ronde. dengan polosnya kau katakan, "Aku baru sekali ini makan beginian". aku hanya balas dengan senyum. obrolan terus berlanjut dan aku menikmati setiap kata yang kau ucap. di pinggir jalan kota itu, semangkok ronde, lampu kota dan kamu. masih bolehkah aku merindukan momen itu?
menikmati indahnya malam berbulan namun tak berbintang. aku masih duduk di belakangmu. diatas motor matic hitam mu. tanpa rangkulan di pinggang. memandang indahnya bulan bersamamu adalah kegiatan yang terlalu menyenangkan. obrolan terus mengalir sepanjang perjalanan. orang tua ku tak pernah khawatir jika pergi ku bersamamu. sekalipun hingga malam seperti saat itu.
setelah kita sampai jantung kota kita, aku mengajakmu mampir ke sebuah gerobak ronde. dengan polosnya kau katakan, "Aku baru sekali ini makan beginian". aku hanya balas dengan senyum. obrolan terus berlanjut dan aku menikmati setiap kata yang kau ucap. di pinggir jalan kota itu, semangkok ronde, lampu kota dan kamu. masih bolehkah aku merindukan momen itu?
pantaskah aku kamu sebut sahabat?
malam ini aku sedang merindu. merindu sebuah gurat lengkung di wajahmu. kamu sahabatku, dulu. entah untuk sekarang. aku tetap menganggap kamu sahabatku, tak tau kamu.
masalah memang mendewasakan kita. bagaimana aku harus meminta maaf padamu? membuat gurat senyum di wajahmu lagi. menghilangkan rasa benci mu kepada ku.
maaf maaf maaf.
aku memang salah. masalah laki-laki kah yang menyebabkan kemarahan mu? cinta tak pernah salah kawan. hanya waktunya saja mungkin yang kurang tepat.
aku selalu berdo'a, kawan. jika memang dia tidak baik untuk ku nanti. aku siap melepas perasaan ini. aku siap melenyapkan sayang ini.
sakit.
ketika aku bahagia dan ada orang yang terluka karena bahagia ku.
siapa yang egois?
masalah memang mendewasakan kita. bagaimana aku harus meminta maaf padamu? membuat gurat senyum di wajahmu lagi. menghilangkan rasa benci mu kepada ku.
maaf maaf maaf.
aku memang salah. masalah laki-laki kah yang menyebabkan kemarahan mu? cinta tak pernah salah kawan. hanya waktunya saja mungkin yang kurang tepat.
aku selalu berdo'a, kawan. jika memang dia tidak baik untuk ku nanti. aku siap melepas perasaan ini. aku siap melenyapkan sayang ini.
sakit.
ketika aku bahagia dan ada orang yang terluka karena bahagia ku.
siapa yang egois?
Selasa, 18 Desember 2012
Bukan Apa-Apa
Mata kuliah Statistika
18 Desember 2012
11.52
Aku terduduk di sini. Entah, apa yang terjadi sebelumnya. Berkutat dengan diazepam, morfin, defenhidram dan semacamnya. Bercumbu dengan ANOVA, galat, ANAVA dan semacamnya. Ragaku memang di kelas ini tapi jiwaku? haha entahlah. Siapa yang tahu jiwa sekang berkelana kemana. Ke Jerman mungkin atau jiwa ku sedang bersantai di Pulau Tidung. Menikmati birunya air laut dan indahnya batu karang. Aku mulai jenuh denga rutinitasku. Tidak, aku tidak menyalahkan siapapun. Aku sudah cukup senang bisa disini. bertemu dengan sahabat baru. Aku hanya merasa, kalau aku ini hanya seperti seonggok daging yang menjalani rutinitas ini ini saja. Berangkat kuliah-duduk dikelas-mendengarkan dosen-pulang-laporan dan kembali lagi mengulang rutinitas ini. Aku ingin keluar dari lingkaran. Bukan, bukan aku ingin lepas kendali. Aku hanya lelah dengan rutinitas ini.
Sudahlahaku rasa aku yang terlalu berambisi. Tugas ku saat ini hanya berusaha menjadi lebih baik. Papa Mama sudah banyak berkorban. Dan aku harus bisa menggoreskan senyum diwajahnya. Sudah, itu saja.
18 Desember 2012
11.52
Aku terduduk di sini. Entah, apa yang terjadi sebelumnya. Berkutat dengan diazepam, morfin, defenhidram dan semacamnya. Bercumbu dengan ANOVA, galat, ANAVA dan semacamnya. Ragaku memang di kelas ini tapi jiwaku? haha entahlah. Siapa yang tahu jiwa sekang berkelana kemana. Ke Jerman mungkin atau jiwa ku sedang bersantai di Pulau Tidung. Menikmati birunya air laut dan indahnya batu karang. Aku mulai jenuh denga rutinitasku. Tidak, aku tidak menyalahkan siapapun. Aku sudah cukup senang bisa disini. bertemu dengan sahabat baru. Aku hanya merasa, kalau aku ini hanya seperti seonggok daging yang menjalani rutinitas ini ini saja. Berangkat kuliah-duduk dikelas-mendengarkan dosen-pulang-laporan dan kembali lagi mengulang rutinitas ini. Aku ingin keluar dari lingkaran. Bukan, bukan aku ingin lepas kendali. Aku hanya lelah dengan rutinitas ini.
Sudahlahaku rasa aku yang terlalu berambisi. Tugas ku saat ini hanya berusaha menjadi lebih baik. Papa Mama sudah banyak berkorban. Dan aku harus bisa menggoreskan senyum diwajahnya. Sudah, itu saja.
Langganan:
Postingan (Atom)